Tarhib Ramadan 1447 H, Yayasan An Nur Insan Pembangkitan PLN Indonesia Power Perkuat Semangat Berbagi dan Kepedulian
Jakarta, 12 Februari 2026 – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Yayasan An Nur Insan Pembangkitan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang berlangsung khidmat di Masjid An Nur, Kantor Pusat PLN Indonesia Power. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan manajemen PLN Indonesia Power, serta insan PLN IP yang turut memaknai momen Ramadan sebagai waktu terbaik untuk memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial.
Sebagai wujud nyata kepedulian tersebut, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis yang meliputi:
• Bantuan sembako bagi ibu tunggal, sebagai bentuk dukungan untuk meringankan kebutuhan pokok keluarga menjelang Ramadan.
• Santunan bagi yatim dan dhuafa, untuk menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru dalam menyambut bulan penuh berkah.
• Program Berbagi Al-Qur’an, sebagai upaya mendukung penguatan literasi Al-Qur’an dan memperluas akses pembelajaran agama di masyarakat.
Simbolis penyerahan bantuan dilakukan oleh perwakilan manajemen dan pegawai kepada para penerima manfaat, disambut dengan haru dan rasa syukur dari para hadirin. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada kinerja operasional, tetapi juga membawa misi kemanusiaan.
Kegiatan Tarhib Ramadan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Reza M. Syarief. Dalam ceramahnya, Ustadz Reza menyampaikan lima makna ibadah Ramadan. Pertama, sebagai ibadah ghoib yang melatih kejujuran dan integritas karena hanya Allah yang mengetahui kualitasnya. Kedua, sebagai ibadah pasif yang mengajarkan pengendalian diri melalui menahan hawa nafsu. Ketiga, sebagai ibadah internal yang mendorong perbaikan dari dalam diri. Keempat, sebagai ibadah individual yang menekankan tanggung jawab personal atas amal. Dan kelima, sebagai ibadah transformatif yang harus menghadirkan perubahan nyata dalam sikap dan perilaku.
“Puasa adalah ibadah yang tidak terlihat oleh manusia, tetapi sangat terlihat oleh Allah. Di situlah kita dilatih untuk jujur, berintegritas, dan membenahi diri dari dalam,” ujar Ustadz Reza dalam tausiyahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum pembentukan karakter. “Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang perubahan. Jika setelah Ramadan kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih disiplin, maka itulah makna ibadah yang sesungguhnya,” tambahnya.
Melalui Tarhib Ramadan ini, PLN Indonesia Power berharap seluruh insan PLN IP menyambut bulan suci dengan kesiapan hati dan menjadikannya sebagai energi perubahan menuju pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan bermanfaat bagi sesama.