Menyediakan solusi energi yang Hijau, Inovatif dan Terjangkau yang Melampaui Harapan Pelanggan
Pada tanggal 3 Oktober 1995, Indonesia Power bergerak dalam jasa pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik di seluruh Indonesia.
Menyediakan solusi energi yang Hijau, Inovatif dan Terjangkau yang Melampaui Harapan Pelanggan
Menjadi Perusahaan Listrik Global Berkinerja Terbaik dan Berkelanjutan
Pengembangan bisnis solusi energi yang end-to-end
Enjiniring dan pengembangan proyek
O&M excellence berbasis digital
Solusi transisi energi dan operasi rendah karbon
Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara
Membangun kerjasama yang sinergis
Memegang teguh kepercayaan yang diberikan
Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas
Saling peduli dan menghargai perbedaan
Terus mau berinovasi dan antusias dalam menggerakan ataupun menghadapi perubahan
PT PLN (Persero) merupakan pemegang saham utama dan pengendali Indonesia Power dengan kepemilikan saham yang terdiri dari 1 lembar Saham Seri 1 dan 357.165.633.598 lembar Saham Seri 2. Pemegang saham utama dan pengendali diwakili oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), yang secara teknis berada di bawah Sekretaris Perusahaan cq. Fungsi Hubungan Investor.
Indramayu, 3 Februari 1977
Tigabinanga, 21 Oktober 1988
Advisor (2025-saat ini)
Tony Blair Institute
Direktur (2021-2025)
Kawarna Energi Corpindo
Advisor to President Director (2018-2024)
Jakarta, 14 Maret 1992
CEO (2017-saat ini)
Indo Digital Network
Direktur Utama (2017-saat ini)
Menara Karya Indonesia
Direktur (2016-saat ini)
Mulia Bestari Media
Surabaya, 02 Maret 1974
Boyolali, 12 Februari 1976
PLT Asisten Deputi Bidang Keuangan (2025)
Kementerian BUMN
Asisten Deputi Bidang Keuangan (2021-2024)
Kementerian BUMN
Bangkok, 30 Desember 1971
Duta Besar LBBP/ Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (2021-2024)
Kementerian Luar Negeri
Duta Besar LBBP untuk Perancis, Andorra, Monaco, dan Delegasi Tetap RI untuk UNESCO (2019-2021)
Kementerian Luar Negeri
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri dan Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan (2014-2019)
Kementerian Luar Negeri
Jakarta, 9 Agustus 1976
Department Head of Distribution Group (2021)
PT Bank Mandiri
Sales & Product Director (2015-2021)
PT Mandiri Management Investasi
Head of Sales Development (2014-2015)
PT Mandiri Management Investasi
Jakarta, 14 Juli 1970
Executive Vice President Pengadaan Transmisi, Gardu Induk, Dan Material Terpusat (2022-2025)
PT PLN (Persero)
Expert Manajemen Niaga (2022)
PT PLN (Persero)
Direktur Enterprise Business (2020-2022)
PT Indonesia Comnets Plus
Jakarta, 27 Maret 1980
Klaten, 4 September 1968
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga (2023-2025)
PT PLN Indonesia Power
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha (2021-2022)
PT PLN Enjiniring
Komisaris Utama (2017-2021)
PT Rekadaya Elektrika Consult
Pati, 17 Juli 1969
Executive Vice President Operasi Pembangkitan dan Independent Power Producer (2024-2025)
Sidoarjo, 21 Maret 1970
Senior Spesialis Manajemen Pembangkitan Direktorat Manajemen Pembangkitan (2022-2023)
PT PLN (Persero)
Direktur Operasi I (2018-2022)
PT Indonesia Power
PT PLN Indonesia Geothermal ("PLN IGeo") memiliki peran strategis dalam mendukung transisi menuju energi bersih. Sejak dialihkan kepada PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPRen), PLN IGeo berfokus pada pengembangan pembangkit berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), melalui skema sewa maupun EPC baik di lingkungan PLN Group maupun Non PLN Group. Ke depan, PLN IGeo diproyeksikan menjadi entitas khusus dalam pengembangan panas bumi, sehingga memperkuat komitmen PLN IP Group dalam menyediakan energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
PT PLN Indonesia Power Renewables (“PLN IPRen”) sebagai anak perusahaan PLN Indonesia Power dengan status unrestricted company berfokus pada investasi dan penyertaan (participating interest) di berbagai proyek ketenagalistrikan melalui sejumlah special purpose company seperti REP, GCLIT, IRT, TMAI, IATSaguling, IATSingkarak, dan MBE. Selain itu, PLN IPRen juga mengembangkan portofolio energi hijau melalui PT PLN Indonesia Geothermal (PLN IGeo).
PT Indo Ridlatama Power (“IRP”) merupakan Independent Power Producer (IPP) yang beroperasi dengan skema Build-Own-Operate (BOO). Perusahaan ini membangun dan mengoperasikan PLTU Mulut Tambang berkapasitas 2 x 27,5 MW yang berlokasi di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Energi listrik yang dihasilkan dijual kepada PT PLN (Persero) berdasarkan Power Purchase Agreement (PPA) selama 30 tahun dan disalurkan melalui jaringan interkoneksi 150 kV Sistem Kalimantan Timur. Pembangkit ini menggunakan batubara berkalori rendah untuk menjamin keandalan pasokan bahan bakar sepanjang masa operasinya. Struktur kepemilikan IRP terdiri dari PT PLN Indonesia Power yang berkompetensi di bidang ketenagalistrikan, serta PT Ridlatama Bangun Mandiri, anak perusahaan Ridlatama Group yang bergerak di bidang batubara, minyak, dan gas.
PT PLN Indonesia Power Services ("PIPS"), sebelumnya PT Cogindo DayaBersama yang didirikan pada tahun 1998, telah berkembang menjadi penyedia solusi ketenagalistrikan terintegrasi dengan pengalaman lebih dari dua dekade. PIPS meraih penghargaan bergengsi Best O&M Company pada ajang IBEA 2018, serta telah memperluas kiprahnya di seluruh Indonesia dan mancanegara, termasuk kerja sama di Kuwait dan Vietnam. Saat ini, PIPS terus memperkuat perannya bersama PLN Indonesia Power dan PLN Group, berkomitmen memajukan sektor ketenagalistrikan nasional serta meneguhkan posisinya sebagai Penyedia Solusi Energi Terpercaya di Asia.
PT Artha Daya Coalindo (“ADC”) didirikan pada tahun 1997 sebagai anak perusahaan PT PLN Indonesia Power ("PLN IP"). Perusahaan bergerak di bidang perdagangan, penambangan, transportasi, bongkar muat, pemasaran, serta keagenan batubara. Sejak 2012, ADC juga mengembangkan layanan pengelolaan pelabuhan, didukung pengalaman PLN IP dalam pengoperasian PLTU Suralaya berkapasitas ±3.400 MW.
PT Trina Mas Agra Indonesia (“TMAI”) merupakan perusahaan patungan (Joint Venture Company) yang dibentuk dalam rangka kerja sama pengembangan fasilitas manufaktur modul sel surya dan solar photovoltaic. PT PLN Indonesia Power Renewables (“PLN IPRen”) bersama mitra strategis, PT Trina Dian Agra Energy (“PT TDAE”), menjalin kerja sama dalam pengembangan fasilitas manufaktur sel surya dan panel surya untuk mendukung peningkatan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. PT TDAE sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh Trina Solar Co. Ltd., sebagai pionir global di bidang panel surya.
Untuk mencapai target kapasitas produksi sebesar 1 GWp, TMAI akan mengadopsi teknologi TopCon (Tunnel Oxide Passivated Contact), yang merupakan teknologi baru dan belum tersedia dalam industri Solar PV di dalam negeri. Melalui penerapan teknologi ini, efisiensi panel surya dapat ditingkatkan hingga 28,7%, jauh di atas rata-rata efisiensi yang saat ini berada pada kisaran 20%.
PT PLN Suku Cadang ("PLNSC") didirikan pada tahun 2017 sebagai perusahaan yang berfokus pada penyediaan barang dan jasa pendukung pembangkit tenaga listrik di lingkungan PT PLN (Persero). PLNSC hadir untuk memastikan ketersediaan suku cadang, layanan teknis, dan solusi pendukung lainnya guna meningkatkan keandalan serta efisiensi operasi pembangkit listrik. Dengan kompetensi dan pengalaman di bidang pengadaan serta manajemen rantai pasok, PLNSC berperan sebagai mitra strategis PLN Group dalam mendukung keberlanjutan operasional pembangkitan tenaga listrik nasional.
PT Indo Pusaka Berau (“IPB”) didirikan pada 2005 sebagai kelanjutan dari Konsorsium Indo Pusaka Berau yang sebelumnya membangun dan mengoperasikan PLTU Lati dengan kapasitas 3×7 MW sejak tahun 2004. Perusahaan berfokus pada pembangkitan listrik dengan distribusi melalui jaringan SUTM 20 kV sepanjang ±132 km, melayani PT PLN (Persero) Area Berau, PT Berau Coal, dan PT Smart Telecom.
PT Minahasa Brantas Energi (“MBE”) merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT PLN Indonesia Power Renewables dan PT Brantas Energi yang berkomitmen menghadirkan solusi energi bersih melalui pembangunan PLTA Poigar berkapasitas 2 x 15 MW. Berlokasi di Minahasa, Sulawesi Utara, proyek ini dirancang untuk memanfaatkan potensi sumber daya air secara berkelanjutan guna menghasilkan energi hijau yang ramah lingkungan. Saat ini, PLTA Poigar tengah berada pada fase konstruksi untuk memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pencapaian transisi energi di Indonesia.
PT Indo Acwa Tenaga Singkarak (“IATSingkarak”) merupakan perusahaan joint venture antara PT PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPRen) dan ACWA Power, yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Saat ini, IATSingkarak tengah menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Singkarak berkapasitas 60 MW, yang berlokasi di sekitar Danau Singkarak, Sumatera Barat. Proyek ini berada dalam fase pra-konstruksi dan dirancang untuk mendukung percepatan transisi energi nasional, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai target bauran energi terbarukan. Kehadiran PLTS Singkarak juga mencerminkan sinergi strategis antara mitra global dan nasional dalam menghadirkan solusi energi bersih dan berkelanjutan.
PT Indo Acwa Tenaga Saguling (“IATSaguling”) merupakan perusahaan joint venture antara PT PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPRen) dan ACWA Power, yang berkomitmen menghadirkan solusi energi bersih melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Saguling berkapasitas 60 MW. Proyek ini berlokasi di Saguling, Jawa Barat, dan saat ini berada dalam fase konstruksi. Kehadiran PLTS Saguling menjadi langkah strategis dalam mempercepat transisi energi nasional serta mendukung pencapaian target bauran energi terbarukan Indonesia.
PT Maxpower Cogindo Batam ("MCB") merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Maxpower Indonesia dan PT PLN Indonesia Power Services. MCB didirikan dengan tujuan mengembangkan dan mengoperasikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Baloi dengan kapasitas 30 MW di Batam. Kehadiran MCB tidak hanya berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi di wilayah Batam yang terus berkembang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional melalui penyediaan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
PT Indo Raya Tenaga ("IRT") merupakan perusahaan IPP joint venture antara PT PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPRen) dan Barito Pacific yang sejak 2017 mengembangkan Proyek Strategis Nasional PLTU Jawa 9 & 10 Ultra Super Critical 2 x 1.000 MW senilai USD 3,5 miliar. Dimiliki mayoritas oleh PLN IPRen, proyek di Suralaya, Cilegon ini telah menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja lokal, mencatat 10 juta jam kerja tanpa kecelakaan (LTI), dan resmi beroperasi secara komersial pada 2 Mei 2025. Diakui nasional dan internasional sebagai “Project of the Year” berkat kompleksitas pendanaan, tata kelola, serta penerapan teknologi emisi terbaik di Indonesia, IRT hadir sebagai referensi PLTU kelas dunia di tanah air.
PT GCL Indo Tenaga ("GCLIT") adalah perusahaan IPP Joint Venture antara Taicang Harbour Golden Concord Electric-Power Generation Co., Ltd. dan PT PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPRen) yang dibentuk untuk membangun dan mengoperasikan PLTU Kalbar-1 berkapasitas 2 x 100 MW, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional Program 35.000 MW yang ditetapkan dalam RPJMN 2015. Berlokasi di Dusun Tanjung Gundul, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, proyek ini mulai dibangun pada 2017 dan berhasil beroperasi secara komersial pada 25 Juni 2021, meskipun menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Kehadiran PLTU Kalbar-1 memperkuat infrastruktur kelistrikan Kalimantan Barat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
PT Rajamandala Electric Power (“REP”) menghadirkan solusi energi hijau melalui PLTA Rajamandala 47 MW di Cianjur, Jawa Barat. Mengusung konsep run-of-river, PLTA ini memanfaatkan aliran Sungai Citarum dengan debit 168 m³/detik dan ketinggian jatuh air 34 meter, sehingga mampu menghasilkan rata-rata 181 GWh per tahun, setara dengan penghematan 70 juta liter BBM. Sejak resmi beroperasi komersial pada 12 Mei 2019, PLTA Rajamandala tidak hanya memperkuat keandalan sistem interkoneksi Jawa-Bali, tetapi juga menjadi wujud nyata investasi hijau dengan nilai ± USD 150 juta, yang didukung pendanaan internasional dari JBIC dan Mizuho Bank tanpa jaminan pemerintah.