Inauguration of the Official Legal End State of Holding-Subholding PT PLN (Persero), with the identity change of PT Indonesia Power to PT PLN Indonesia Power on January 1, 2023.
Inauguration of the Official Legal End State of Holding-Subholding PT PLN (Persero), with the identity change of PT Indonesia Power to PT PLN Indonesia Power on January 1, 2023.
PT PLN Indonesia Power berhasil menjadi perusahaan pembangkitan terbesar di Asia Tenggara dengan total kapasitas mencapai 22,9 GW.
Perusahaan juga terus mengoptimalkan pengendalian operasional pembangkit listrik termal dengan fokus pada keunggulan operasional dan optimalisasi portofolio, guna memastikan penyediaan listrik yang andal, resilien, dan terjangkau bagi masyarakat.
COD of Kalbar SPP 1 2x100 MW in West Kalimantan and MHPP Gunung Wugul 3 MW in Central Java
PLN Indonesia Power mulai mengoperasikan proyek MPP Nabire 2 dengan kapasitas 10 MW dan MPP Manokwari 2 sebesar 20 MW.
Selain itu, perusahaan berhasil mencapai Commercial Operation Date (COD) untuk PLTGU Add On Grati dengan kapasitas 183 MW.
Di tahun yang sama, PLN Indonesia Power juga meraih Sertifikasi ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang transparan dan berintegritas.
Pada tahun 2019, PT PLN Indonesia Power mendirikan anak perusahaan PT Indo Tenaga Hijau (ITH) serta anak perusahaan afiliasi PT Suralaya Indo Tenaga.
Selain itu, perusahaan berhasil menyelesaikan dua proyek yang mencapai tahap Commercial Operation Date (COD), yaitu PLTA Rajamandala berkapasitas 47 MW dan PLTD Senayan dengan kapasitas 101 MW.
Di tahun yang sama, beberapa proyek Mobile Power Plant (MPP) juga mulai beroperasi, meliputi MPP Biak 2 dengan kapasitas 10 MW, MPP Merauke 2 sebesar 20 MW, serta dua unit MPP di Sorong masing-masing berkapasitas 30 MW dan 20 MW.
Pada tahun 2018, PT PLN Indonesia Power meluncurkan IP Academy sebagai pusat pembelajaran kompetensi inti perusahaan. Selain itu, jasa O&M PLTGU Priok Blok 3 dan 4 mulai beroperasi. Pada periode yang sama, PLTU Muara Jawa Unit 1 dan 2 dengan kapasitas 2x27,5 MW resmi mencapai COD (Commercial Operation Date).
Pada tahun 2017, PLN Indonesia Power mendirikan afiliasi dari anak perusahaan, yaitu PT Indo Raya Tenaga (IRT) dan PT Prima Layanan Niaga Suku Cadang (PLN SC). Di tahun yang sama, perusahaan meraih sertifikasi ISO 27001 dan ISO 22301.
Selain itu, PLN Indonesia Power melakukan pencatatan perdana sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) Danareksa Indonesia Power PLN1. Tahun tersebut juga ditandai dengan groundbreaking PLTU IPP Jawa 9-10 berkapasitas 2.000 MW.
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mendirikan afiliasi dari anak perusahaan PT GCL Indo Tenaga. PLN IP juga meresmikan penambahan Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTGU Cilegon ke jajaran Indonesia Power.
Di tahun yang sama, PLN IP berhasil mendapatkan Sertifikasi ISO 50001.
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memulai pengoperasian PLTDG Pesanggaran 200 MW, Bali. Di saat yang bersamaan, PLN IP mengadakan peletakan batu pertama pada pembangunan PLTM Lambur.
Di tahun yang sama, PLN IP mendapatkan Sertifikasi ISO 55001 dan implementasi ISO 26000.
PT PLN Indonesia Power membentuk UJP Pangkalan Susu. Ditambah lagi pembentukan tiga (3) UPJP (Unit Pembangkitan dan Jasa Pemeliharaan) yaitu (1) UPJP Priok, (2) UPJP Kamojang, dan (3) UPJP Bali.
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mendorong transformasi menuju Operation and Maintenance (O&M) Excellence. PLN IP juga sukses mendirikan anak perusahaan sebagai berikut (1) PT Perta Daya Gas pada tahun 2012, (2) PT Rajamandala Electric Power (REP) yang merupakan afiliasi dari PIT di tahun yang sama, dan (3) PT Putra Indotenaga pada tahun 2013.
PT PLN IP juga menerapkan Indonesia Power-Integrated Management System (InPower IMS), sinergi standar: ISO;14001, ISO 9001, OHSAS 18001, ISO 28001, SMP, SMK3, PAS 55 dan Kriteria Baldrige pada tahun 2013.
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) resmi mendirikan anak perusahaan PT Indo Ridlatama Power (IRP) pada tahun 2007. Selanjutnya, pada tahun 2009 PT PLN IP mengembangkan usaha di bidang penyediaan Jasa Operation & Maintenance (O&M) pada tahun 2009. Satu tahun setelahnya dibentuk Unit Jasa Pembangkitan (UJP) Banten 2 Labuan.
PT PLN Indonesia Power resmi mendirikan anak perusahaan PT Indo Pusaka Berau (IPB) pada tahun 2005.
PLN Indonesia Power (PLN IP) mendukung PON XX PAPUA 2021 dengan Mobile Power Plant (MPP) Papua 120 MW dan PLTU Holtekamp 24 MW. PLN IP tanggal operasi komersial PLTU Kalbar 1 2x100 MW serta PLTM Gunung Wugul 3 MW di Jawa Tengah.
PT PLN Indonesia Power resmi mengubah nama perusahaan menjadi PT PLN Indonesia Power sebagai salah satu subholding di internal PLN bidang pembangkitan listrik.