Sambut Hari Mangrove Sedunia 2026, PLN Indonesia Power Hadirkan Kolaborasi Pelestarian Mangrove Bersama Prof. Emil Salim
Jakarta, 21 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli 2026, PT PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali menginisiasi kegiatan Sharing Session Mangrove bersama Prof. Dr. Emil Salim, tokoh lingkungan hidup Indonesia sekaligus Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (1978 - 1993). Kegiatan ini dihadiri oleh Sekertaris Perusahaan PLN IP Agung Siswanto, Senior Manajer PLN IP UBP Bali I Made Harta Yasa beserta tim, Manajer CSR PLN IP Elza Febrianto, I Wayan Kona Antara Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, perwakilan Yayasan Emil Salim, serta para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan mengenai pentingnya konservasi mangrove sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, perlindungan kawasan pesisir, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, PLN Indonesia Power berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan organisasi lingkungan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di Bali.
Selain meningkatkan pemahaman mengenai manfaat ekologis dan ekonomi hutan mangrove, kegiatan ini juga bertujuan mendorong penguatan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi, memperluas partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi mangrove, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan dan transisi menuju masa depan rendah karbon.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Emil Salim mengapresiasi langkah PLN Indonesia Power yang secara konsisten mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam operasional bisnis perusahaan.
"Mangrove merupakan benteng alami yang melindungi garis pantai Bali dari ancaman abrasi, gelombang besar, dan dampak perubahan iklim. Keberadaan hutan mangrove tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar melalui sektor perikanan, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi yang pada ujungnya berdampak pada peningkatan konsumsi energi. Apresiasi yang tinggi saya berikan kepada PLN Indonesia Power yang sukses melakukan konservasi lingkungan serta membangun ekowisata Batu Lumbang yang kini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar pembangkit," ungkap Prof Emil Salim.
Prof. Emil Salim juga menegaskan bahwa pelestarian mangrove membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Keberhasilan konservasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan gotong royong antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk memastikan ekosistem ini tetap lestari dan mampu memberikan perlindungan bagi wilayah pesisir Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, Manager CSR PLN Indonesia Power, Elza Febrianto menyampaikan bahwa pelestarian mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan serta mendukung agenda transisi energi nasional.
"Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja operasional, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama KUB Segara Batu Lumbang, Yayasan Emil Salim, dan berbagai pemangku kepentingan, kami ingin memastikan program konservasi mangrove dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," ujar Elza Febrianto.
Lebih lanjut, Elza menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai salah satu solusi berbasis alam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon yang sangat tinggi sekaligus menjadi pelindung alami kawasan pesisir. Oleh karena itu, upaya pelestarian mangrove sejalan dengan komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung target dekarbonisasi nasional dan pembangunan rendah karbon yang inklusif serta berkelanjutan," imbuh Elza.
Melalui kegiatan ini, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Indonesia.