PLN Indonesia Power Jajaki Peluang Pengembangan CCS/CCUS untuk Dukung Transisi Energi

Korporat
19 October 2026
PLN Indonesia Power Jajaki Peluang Pengembangan CCS/CCUS untuk Dukung Transisi Energi

SIARAN PERS
No. 142/RELEASE/PLNIP/2026

PLN Indonesia Power Jajaki Peluang Pengembangan CCS/CCUS untuk Dukung Transisi Energi

Jakarta, 16 Oktober 2026 – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) terus menjajaki peluang pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan C arbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) sebagai bagian dari upaya mendukung pengurangan emisi sekaligus mengidentifikasi peluang bisnis di sektor energi rendah karbon. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Identifikasi Potensi dan Perumusan Strategi dalam Mengupayakan Investasi Korea Selatan pada Sektor CCS/CCUS di Indonesia” yang dihadiri Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah di Jakarta, Jumat (16/10).

Teknologi CCS/CCUS merupakan salah satu opsi yang dapat mendukung upaya pengurangan emisi melalui penangkapan karbon dioksida (CO₂) dari sumber emisi, yang selanjutnya disimpan secara permanen atau dimanfaatkan untuk keperluan tertentu. Pengembangannya membutuhkan kajian menyeluruh, mulai dari aspek teknis, infrastruktur, keekonomian, hingga skema investasi dan kemitraan.

Dalam forum tersebut, Julita Indah menjelaskan bahwa PLN Indonesia Power telah melakukan studi awal atau pre-feasibility study (pra-FS) untuk mengkaji potensi penerapan CCS di sejumlah pembangkit, yakni PLTU Suralaya unit 1–7 dan PLTU Lontar unit 1–3 pada 2023, serta PLTU Pangkalan Susu pada 2025. Selanjutnya, kajian serupa direncanakan di PLTU Asam Asam pada 2027 sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mengevaluasi potensi penerapan teknologi penangkapan karbon di sektor pembangkitan.

Berdasarkan hasil studi awal tersebut, penerapan CCS berpotensi menurunkan efisiensi pembangkit hingga sekitar 31%. Temuan ini menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikaji lebih lanjut untuk menilai kesiapan teknis, kebutuhan energi tambahan, serta kelayakan ekonomi sebelum menentukan langkah implementasi.

“PLN Indonesia Power telah melakukan pra-feasibility study penerapan CCS di PLTU Suralaya dan PLTU Lontar pada 2023, serta PLTU Pangkalan Susu pada 2025. Selanjutnya, studi direncanakan di PLTU Asam Asam pada 2027. Dari hasil studi yang telah dilakukan, penerapan CCS berpotensi menurunkan efisiensi pembangkit hingga sekitar 31%. Karena itu, diperlukan kajian teknis lebih lanjut untuk memastikan kesiapan implementasi dan keekonomiannya,” ujar Julita Indah.

Selain kesiapan teknologi, pengembangan CCS/CCUS juga memerlukan model bisnis dan investasi yang tepat. Julita menekankan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mendukung kajian teknis lanjutan sekaligus mengevaluasi peluang penerapan skema bisnis yang sesuai dengan karakteristik proyek.

Menurutnya, rantai bisnis CCS/CCUS yang meliputi penangkapan, transportasi, dan penyimpanan atau pemanfaatan karbon dapat dikembangkan melalui pembagian peran dengan mitra strategis. Dengan pendekatan tersebut, setiap pihak dapat berkontribusi sesuai kompetensi dan kapasitasnya, sehingga peluang pengembangan proyek dapat dievaluasi secara lebih terintegrasi.

FGD ini turut dihadiri Direktur Sumber Daya dan Industrialisasi Awidya Santikajaya, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Ary Sudijanto; serta Dwi Adhi Nugroho dari Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM. Hadir pula Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Seoul Marviana Sendi Siregar, dan Head of Business Development Indonesia British Petroleum Reza Radityastuty sebagai narasumber.

Partisipasi PLN Indonesia Power dalam forum ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengidentifikasi peluang investasi, memperluas jejaring kemitraan, serta memperdalam kajian terhadap teknologi rendah karbon. Melalui pendekatan yang terukur dan kolaborasi lintas sektor, perusahaan terus mengevaluasi berbagai alternatif teknologi yang berpotensi mendukung pengurangan emisi sekaligus menciptakan peluang pengembangan bisnis secara berkelanjutan.

Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus mendorong kajian dan penjajakan kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan transisi energi nasional, dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, kelayakan ekonomi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Informasi lebih lanjut tentang program PLN Indonesia Power dapat diakses melalui portal resmi www.plnindonesiapower.co.id.

Narahubung:
Agung Siswanto
Sekretaris Perusahaan PLN  Indonesia Power
agung.siswanto@plnindonesiapower.co.id
(021) 5267666

Sekilas Tentang PLN Indonesia Power
> PLN Indonesia Power merupakan Generation Company terbesar di Asia Tenggara dan Subholding PLN  (Persero). Perusahaan ini berfokus pada inovasi teknologi, efisiensi perasional, dan keberlanjutan energi untuk mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emissions.

Other News