KELANA Menjelajahi PLTA Saguling, Dari Energi Bersih hingga Aksi Nyata Jaga Lingkungan

CSR
Korporat
21 September 2026
KELANA Menjelajahi PLTA Saguling, Dari Energi Bersih hingga Aksi Nyata Jaga Lingkungan

KETERANGAN PERS NO. 065/RELEASE/PLNIP/UBPSGL/2026
KELANA Menjelajahi PLTA Saguling, Dari Energi Bersih hingga Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Bandung Barat, 3 September 2026 - Sebelas anak muda dari berbagai penjuru Indonesia bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titisari Kosasieputri, mendapatkan pengalaman langsung mengenal pengelolaan lingkungan dan energi bersih melalui Program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda) di wilayah operasional PLN Indonesia Power UBP Saguling.

Selama tiga hari, 1–3 September 2026, para peserta KELANA diajak menjelajahi sejumlah lokasi yang memiliki keterkaitan erat dengan energi terbarukan, pengelolaan sumber daya air, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aksi nyata generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.

Program KELANA yang diluncurkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk belajar langsung mengenai persoalan lingkungan sekaligus melihat bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan di lapangan.

Tiga Hari, Tiga Pengalaman Berbeda. Perjalanan KELANA di wilayah Saguling dimulai dengan kunjungan ke PLTA Bengkok. Di lokasi ini, para peserta diperkenalkan dengan pembangkit listrik tenaga air yang memiliki nilai sejarah sebagai salah satu pembangkit heritage.
Tidak hanya melihat fasilitas pembangkit, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami bagaimana energi air telah dimanfaatkan sejak masa lalu dan terus menjadi bagian dari perjalanan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Perjalanan kemudian berlanjut ke PLTA Saguling, salah satu pembangkit listrik tenaga air yang memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan. Para peserta diajak mengunjungi Waduk Saguling dan Power House untuk melihat secara langsung bagaimana air dimanfaatkan sebagai energi primer hingga menghasilkan energi listrik.

Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bagi para peserta bahwa energi yang digunakan sehari-hari memiliki proses panjang di baliknya. Mulai dari pengelolaan sumber daya air, proses pembangkitan, hingga bagaimana pembangkit menjaga keandalan dan keberlanjutan operasionalnya.

Bagi generasi muda, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat bahwa transisi energi bersih bukan sekadar konsep yang dibicarakan, tetapi merupakan sesuatu yang dapat ditemui dan dipelajari secara langsung.

Pada hari terakhir, perjalanan KELANA berlanjut ke Bening Saguling Foundation, salah satu mitra binaan UBP Saguling yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Di tempat ini, para peserta melihat bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Peserta dikenalkan dengan berbagai program, mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan eceng gondok, hingga Omah Plastik yang memanfaatkan material plastik untuk kegiatan edukasi.

Tidak berhenti pada proses pengolahan, para peserta juga melihat bagaimana hasil kreativitas dan pemanfaatan kembali material tersebut dapat digunakan sebagai media edukasi, termasuk untuk memberikan pembelajaran kepada siswa Taman Kanak-Kanak (TK).

Pengalaman ini memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dapat dihadapi melalui berbagai pendekatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat.
Salah satu pesan penting yang dibawa melalui KELANA adalah bagaimana generasi muda dapat mengubah rasa khawatir terhadap kondisi lingkungan atau eco-anxiety menjadi energi untuk melakukan aksi nyata.

Kekhawatiran terhadap perubahan iklim, sampah, pencemaran lingkungan, dan berbagai persoalan ekologis tidak harus berhenti sebagai kecemasan. Justru, rasa peduli tersebut dapat menjadi titik awal untuk belajar, bergerak, dan menciptakan solusi.

Melalui pendekatan Experience Leadership, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi mengalami secara langsung berbagai praktik pengelolaan lingkungan dan energi bersih. Mulai dari melihat proses pembangkitan listrik berbasis energi air, memahami pentingnya pengelolaan sumber daya air, hingga melihat bagaimana masyarakat mengolah persoalan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Bagi PLN Indonesia Power UBP Saguling, kehadiran KELANA menjadi momentum penting untuk membuka ruang belajar bagi generasi muda mengenai pengelolaan energi dan lingkungan secara lebih dekat.

Senior Manager UBP Saguling, Bapak Doni Bakar, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program KELANA yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melihat langsung berbagai aktivitas di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran teman-teman KELANA dan Puteri Indonesia Lingkungan 2026 di UBP Saguling. Kami berharap pengalaman selama berada di PLTA Bengkok, PLTA Saguling, hingga Bening Saguling Foundation dapat memberikan gambaran bahwa energi dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Bapak Doni Bakar.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah keberlanjutan di masa depan. Karena itu, pengetahuan mengenai energi bersih dan lingkungan perlu diberikan melalui pengalaman langsung. “Anak muda tidak cukup hanya mengetahui tentang energi bersih dan isu lingkungan dari buku atau media sosial. Mereka perlu melihat langsung bagaimana energi air dimanfaatkan, bagaimana lingkungan dikelola, dan bagaimana masyarakat ikut bergerak. Dari pengalaman tersebut, kami berharap muncul ide dan aksi nyata yang bisa mereka bawa pulang ke daerah masing-masing,” tambahnya.

Tiga hari perjalanan KELANA di wilayah Saguling memberikan pengalaman yang berbeda bagi para peserta. Dari pembangkit heritage di PLTA Bengkok, proses pembangkitan di PLTA Saguling, hingga pemberdayaan masyarakat di Bening Saguling Foundation.

Rangkaian tersebut menjadi gambaran utuh bahwa keberlanjutan membutuhkan keterhubungan antara energi, lingkungan, masyarakat, dan generasi penerus. KELANA juga menjadi ruang untuk mempertemukan kepedulian generasi muda dengan praktik nyata di lapangan. Pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di lokasi kunjungan, tetapi diharapkan dapat diteruskan melalui berbagai aksi dan edukasi di lingkungan masing-masing.

Kehadiran Puteri Indonesia Lingkungan 2026 bersama 11 peserta dari berbagai daerah juga memberikan warna tersendiri. Mereka tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi menjadi bagian dari ekosistem anak muda yang diharapkan mampu membawa pesan keberlanjutan kepada lingkungan yang lebih luas.

Melalui ekosistem digital yang dimiliki para peserta dan kolaborator, pengalaman selama KELANA dapat terus diamplifikasi menjadi cerita, edukasi, dan inspirasi bagi lebih banyak anak muda.

Pada akhirnya, KELANA bukan hanya perjalanan untuk mengenal lingkungan, tetapi perjalanan untuk memahami bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaganya. Dari Saguling, para peserta membawa satu pesan penting: kepedulian tidak cukup hanya dirasakan. Kepedulian harus diwujudkan menjadi aksi. Kenali lingkungannya, rasakan pengalamannya, dan mulai aksinya.

Narahubung:
Taufan Kurniawan
ASMAN Keamanan & Humas 
humas.sgl@plnindonesiapower.co.id

Sekilas Tentang PLN Indonesia Power
PT PLN Indonesia Power adalah Generation Company terbesar se-Asia Tenggara Sub Holding BUMN kelistrikan yaitu PT PLN (Persero). PLN Indonesia Power selalu berkomitmen untuk menjadi perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi pada masa depan menuju The NEW PLN 4.0 UNLEASHING ENERGY and BEYOND.

Other News