KETERANGAN PERS No.30/RELEASE/PLNIP/MRC/2026
HUT ke-81 RI: PLTA Panglima Besar Soedirman Topang Ketahanan Energi Nasional dengan Listrik Bersih
BANJARNEGARA, 5 Agustus 2026 – Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat swasembada energi melalui pengembangan energi baru terbarukan, serta di tengah semangat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui operasional PLTA Panglima Besar Soedirman. Dengan kapasitas terpasang 180 MW, pembangkit yang memanfaatkan aliran air Bendungan Mrica ini memasok listrik bersih ke sistem interkoneksi Jawa–Bali sekaligus mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.
Keberadaan PLTA Panglima Besar Soedirman menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Listrik yang dihasilkan dari energi air tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi juga menopang aktivitas sektor industri, bisnis, hingga pelayanan publik di berbagai wilayah dalam sistem interkoneksi Jawa–Bali. Pemanfaatan energi baru terbarukan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Selain menghasilkan listrik bersih, PLTA Panglima Besar Soedirman memiliki kemampuan black start, yaitu kemampuan menghidupkan kembali sistem kelistrikan secara mandiri setelah terjadi gangguan besar atau blackout. Dengan karakteristik pembangkit tenaga air yang dapat beroperasi dalam waktu relatif cepat, PLTA ini mampu menyediakan sumber tegangan awal untuk membantu proses pemulihan jaringan dan menghidupkan kembali pembangkit lain secara bertahap. Kemampuan tersebut menjadikan PLTA Panglima Besar Soedirman sebagai salah satu infrastruktur strategis yang berperan penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa pembangkit berbasis energi baru terbarukan memiliki peran yang semakin strategis, tidak hanya dalam mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan, tetapi juga dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
"PLN Indonesia Power berkomitmen menghadirkan pembangkit yang tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga mampu menjamin keandalan sistem kelistrikan nasional. PLTA Panglima Besar Soedirman merupakan salah satu aset strategis perusahaan yang mencerminkan sinergi antara pemanfaatan energi terbarukan, keunggulan teknologi, dan keandalan operasional untuk mendukung transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission 2060," ujar Bernadus Sudarmanta.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskitho, mengatakan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui upaya menghadirkan energi yang andal, bersih, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Di momen HUT ke-81 Republik Indonesia ini, kami ingin terus memberikan kontribusi terbaik melalui penyediaan listrik yang andal dari energi baru terbarukan. PLTA Panglima Besar Soedirman tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memiliki kemampuan black start yang sangat penting untuk mendukung pemulihan sistem kelistrikan apabila terjadi gangguan besar. Menjaga keandalan listrik adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam mendukung ketahanan energi dan pembangunan Indonesia," ujar Wasis Jati Waskitho.
Semangat kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kemandirian bangsa juga ditopang oleh ketahanan energi yang kuat. Melalui optimalisasi pengelolaan Bendungan Mrica dan operasional PLTA Panglima Besar Soedirman, PLN Indonesia Power UBP Mrica terus berkomitmen menghadirkan pasokan listrik bersih yang andal, mempercepat transisi energi nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan.