Hadapi Era Energi Terbarukan, PLN Indonesia Power Kembangkan Pembangkit Fleksibel Jaga Keandalan Sistem

Korporat
25 September 2026
Hadapi Era Energi Terbarukan, PLN Indonesia Power Kembangkan Pembangkit Fleksibel Jaga Keandalan Sistem

SIARAN PERS
No.133/RELEASE/PLNIP/2026

Hadapi Era Energi Terbarukan, PLN Indonesia Power Kembangkan Pembangkit Fleksibel Jaga Keandalan Sistem

Tangerang, 22 September 2026 – PLN Indonesia Power (PLN IP) mengembangkan strategi fleksibilitas pembangkit untuk menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan di tengah meningkatnya penetrasi energi terbarukan. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, dalam sesi Fast Ramps & Firm Capacity: Delivering Flexibility in a Renewables World pada Enlit Asia x Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9).

Bernadus menjelaskan, meningkatnya pembangkit energi terbarukan variabel, khususnya tenaga surya, membuat sistem kelistrikan membutuhkan sumber daya yang mampu merespons perubahan beban secara cepat. Selain fast ramping, sistem juga membutuhkan firm capacity untuk menjaga keandalan pasokan ketika produksi energi terbarukan mengalami fluktuasi.

Menjawab kebutuhan tersebut, PLN IP mengembangkan fleksibilitas melalui retrofitting dan peningkatan kemampuan aset pembangkit eksisting, peningkatan kapasitas, serta pengembangan pembangkit fleksibel seperti fast-response gas power plant, flexible CCGT, Battery Energy Storage System (BESS), dan pumped storage. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat respons pembangkit, meningkatkan integrasi energi terbarukan, mengurangi curtailment, dan menjaga keandalan pasokan listrik.

“Kami tidak hanya melihat pembangunan pembangkit baru, tetapi juga bagaimana memaksimalkan aset yang sudah ada. Dari sisi PLN Indonesia Power, kami mengeksplorasi berbagai solusi energy storage, termasuk pumped storage dan compressed air energy storage, sekaligus meningkatkan kemampuan pembangkit gas untuk memberikan respons yang lebih cepat terhadap perubahan kebutuhan sistem,” ujar Bernadus.

Menurut Bernadus, optimalisasi aset eksisting menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan karakteristik sistem ketenagalistrikan. PLN IP terus mengeksplorasi berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan pembangkit, termasuk menurunkan technical minimum load dan meningkatkan ramp rate. Upaya tersebut memungkinkan pembangkit memberikan respons yang lebih fleksibel ketika terjadi perubahan kebutuhan sistem.

“Kami juga terus meningkatkan kemampuan pembangkit eksisting agar dapat beroperasi lebih fleksibel, antara lain melalui upaya menurunkan technical minimum load dan meningkatkan ramp rate. Dengan begitu, pembangkit dapat memberikan respons yang lebih cepat ketika sistem membutuhkan tambahan kapasitas untuk mengimbangi perubahan produksi energi terbarukan,” lanjut Bernadus.

Selain optimalisasi pembangkit, PLN IP juga melihat energy storage sebagai salah satu elemen penting dalam membangun fleksibilitas sistem. Teknologi yang dieksplorasi tidak hanya pumped storage, tetapi juga compressed air energy storage sebagai alternatif untuk mendukung kebutuhan fleksibilitas di masa depan.

Pengembangan fleksibilitas tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power dalam menyiapkan sistem ketenagalistrikan yang semakin adaptif terhadap pertumbuhan energi terbarukan. Dengan mengombinasikan pengembangan kapasitas baru dan optimalisasi aset eksisting, PLN IP terus mendorong sistem yang mampu mengakomodasi energi terbarukan sekaligus mempertahankan keandalan pasokan listrik.

Informasi lebih lanjut tentang program PLN Indonesia Power dapat diakses melalui portal resmi www.plnindonesiapower.co.id.

Narahubung:
Agung Siswanto
Sekretaris Perusahaan PLN  Indonesia Power
agung.siswanto@plnindonesiapower.co.id
(021) 5267666

Sekilas Tentang PLN Indonesia Power
> PLN Indonesia Power merupakan Generation Company terbesar di Asia Tenggara dan Subholding PLN  (Persero). Perusahaan ini berfokus pada inovasi teknologi, efisiensi perasional, dan keberlanjutan energi untuk mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emissions.

Other News